Search
  • Remaja Tampubolon

PIKIRAN adalah Senjata Paling Ampuh





Pikiranku ibarat Hard Drive, dan aku hanya memasukan hal-hal yang berguna, hanya yang berguna! Entah mengapa ada orang-orang yang memasukan hal-hal konyol dalam pikiran mereka, sehingga tidak ada tempat untuk yang berguna”

-Sherlock Holmes-


Banyak buku, referensi dan artikel yang mengulas tentang kekuatan pikiran, dan saya yakin teman-teman sudah tahu betul bahwa pikiran kita adalah aset. Namun, kebanyak dari kita hanya menganggap hal itu sebagai pengetahuan saja, kita tidak benar-benar memilah dan memilih informasi yang akan dicerna oleh aset kita.


Mengapa ini penting? Karena saat ini kita dikepung oleh ribuan informasi, tsunami berita yang kadang tidak jelas sumber kebenarannya. Ketika kita membuka social media, ada ribuan informasi yang datang tanpa kita minta. Ratusan clickbait berita menunggu jari anda untuk menekannya.


Sebenarnya kita memiliki kuasa penuh atas semua informasi itu, apakah kita mau skip atau justru asyik melarutkan diri membacanya. Narasi clickbait memang menggoda, tapi kita bisa juga mengabaikannya. Kita tidak akan menjadi manusia bodoh jika kita abaikan berita yang menurut kita tidak cocok untuk kita baca.


Manusia adalah mahluk yang dipengaruhi oleh emosi, dan emosi ini timbul dari panca indera yang kita miliki, apa yang kita baca, apa yang kita dengar, apa yang rasakan, akan mempengaruhi emosi kita. Ketika kita membaca berita pembunuhan, penembakan, ataupun kekerasan akan timbul emosi marah. Ketika kita mendengar gossip, gunjingan atau keluhan, akan akan timbul emosi sedih. Bayangkan, jika sepanjang hari emosi ini menyelimuti diri dan tubuh kita. Maka sebagian besar produktivitas kita akan terganggu. Kita akan mudah marah, baperan, mood kita terbawa, dan bisa jadi mempengaruhi fisik kita.




Dari perjalanan saya berkarir, berjumpa dengan banyak kerabat hingga kini fokus sebagai Public Speaker yang mendeliver pelatihan kepada lebih dari 100,000 orang setiap tahunnya, saya semakin yakin bahwa hasil yang didapat oleh seseorang ditentukan oleh pikiran-pikiran yang berulang-ulang dan dihubungkan oleh persepsinya hingga menjadi keyakinan. Pikiran bisa menentukan sukses atau gagal, Bahagia atau sengsara.


Dalam dunia olahraga, seorang petenis terkenal Andre Agassi, ditumbangkan oleh pemain baru yang belum punya banyak pengalaman. Akibat kekalahan ini media masa banyak menuliskan “AKHIR KEJAYAAN ANDRE AGASSI”. Bahkan dalam artikel koran, seorang rekan Andre, menyarankan agar Andre segera mundur dan gantung raket karena usianya sudah tidak lagi muda. “Supaya ia (andre) tetap bisa mempertahankan reputasi dibenak penggemarnya, sebaiknya ia menggantung raket”.



Berita ini menjadi bola salju yang terus diulang-ulang, di TV, Radio dan Koran-koran ternama, akibatnya semua pemberitaan ini menggerus mental Andre Agassi. Dan ketika ia kembali bertanding dan berjumpa dengan lawan yang lebih muda, ia merasa sudah lebih dulu kalah. Ketika awal pertandingan, pikirannya sudah mengatakan bahwa ia akan kalah, ia tidak mampu mengalahkan lawannya yang lebih muda. Nafasnya menjadi pendek, gerakannya tidak lincah, bahkan ia kehilangan fokusnya. Ia kalah telak.


Beruntung, Andre menyadari kesalahannya, ia telah dimanupulasi oleh pikirannya sendiri, pikiran negatif yang menguasai dirinya. Maka ia mulai memperbaiki diri, ia menjauh semua berita yang mengupas tentang kekalahannya, ia membaca kembali artikel-artikel kemenangannya. Ia memilih apa yang ia ingin dengar, apa yang ia ingin baca. Visualisasi positif selama berjam-jam, bayangan ia naik podium dan mendapatkan tepuk tangan yang bergemuruh. Ia berlatih merubah energi negatif menjadi energi positif. Dengan pikiran yang lebih positif, maka latihan fisik menjadi lebih terarah. Andre Agassi kembali ke lapangan dengan percaya diri, meskipun tidak disetiap pertandingan ia menang, tetapi ia lebih percaya diri, berenergi, sampai ia meraih posisi sepuluh besar kelas dunia. Banyak orang mengangkat topi dan menjadikan Andre Agassi sebagai contoh, bahwa ia mampu menaklukan krisis kepercayaan diri.



Pikiran dan Rasa Percaya Diri.

Percaya diri adalah berbuat dengan penuh keyakinan. Apapun tantangan yang dihadapi dan dalam kondisi apa pun, seseorang akan berusaha mencapai tujuannya.


Saat ini kita ada disituasi yang tidak pasti, pemberitaan mengenai inflasi dan resesi ekonomi, bahkan dikatakan 2023 akan lebih gelap. Apa yang akan terjadi, semua itu ada di luar kontrol kita, yang kita bisa kontrol 1000% adalah kesiapan diri kita. Apakah tahun depan akan resesi atau tidak? Kita tidak pernah tahu, tapi kita wajib bersiap.


Pikiran positif membantu membangun kepercayaan diri, dampaknya bisa membantu “memperjelas” peluang-peluang yang ada di sekitar kita. Berpikir positif bukan berarti menolak keadaan dan realita yang sesungguhnya, tetapi tidak "mendramatisir" situasi dan segera berusaha untuk berbuat sesuatu. Dengan berpikir positif, tidak serta merta membuat kehidupan kita menjadi lebih mudah, tetapi bisa saya katakan, pikiran positif membuat kita lebih terarah.


Bayangan akan resesi dan kesulitan di masa depan akan menjadi kenyataan jika kita hanya melakukan hal yang sama. Mulai benahi keuangan kita, mulai bijak dalam berbelanja dan mulai sisihkan sebagian pendapatan kita untuk membangun bisnis. Intinya, jangan larut dengan pemberitaan yang mengatakan serba sulit, serba susah dan serba serbi lainnya. Jangan biarkan pikiran Anda dipenuhi dengan kekhawatiran. Anda memiliki kontrol penuh atas pikiran Anda.


Jangan jadi masalah. Pisahkan dirimu dari masalah.

Stop scrolling IG, atau menuliskan komentar atas postingan yang mungkin Anda kurang sukai. Kurangi kegiatan yang menguras energi Anda. Jangan habiskan waktu hanya menonton lenggak lenggok di Tik Tok, bisa jadi itu adalah masalah akut yang menyerang pikiran Anda.


Jika Anda paham bahwa tahun depan kondisi bisa lebih sulit, maka segeralah bertindak. Berbuat. Jangan menunggu semua itu terjadi. Kita pemegang kendali atas diri diri, maka kuncinya adalah di pikiran kita.

Isi diri dengan hal yang berguna, ucapkan kalimat-kalimat positif, afirmasi dan ulangi setiap saat. Pikiran Anda menguasai waktu dan energi ketika anda berpikir.

Masalah tidak akan membiarkan Anda dalam kondisi yang ada: Ia akan membawa Anda pada kondisi yang lebih buruk atau yang lebih baik.


Pikiran Anda mempengaruhi hasil yang Anda dapatkan dalam kenyataan hidup. Karenanya, berhati-hatilah dalam memilih apa yang akan dicerna oleh pikiran Anda. Asupan apa yang Anda ingin tanamkan dalam pikiran Anda, Itulah yang akan menjadikan Anda di masa depan.



Yuk kita siapkan diri untuk memasuki ketidakpastian, kita mulai dengan memperbaiki pikiran kita. Salam, JJ



430 views0 comments

Recent Posts

See All