top of page
Search
  • Writer's pictureRemaja Tampubolon

Kehidupan Membutuhkan Perjuangan



“Hidup adalah satu perjuangan dan perjuangan perlu pengorbanan”

Semua orang menginginkan kehidupan yang indah, mudah dan bahagia. Semua orang ingin menjalani kehidupan yang sempurna, menghasilkan uang, menjadi populer, dihormati, dikagumi, menua dan kemudian berpulang dengan tenang. Semua orang pasti menginginkan hidup seperti ini.

Jika saya bertanya; "Apa yang Anda inginkan dari hidup?" dan Anda mengatakan "Saya ingin bahagia, punya keluarga yang hebat dan pekerjaan yang nyaman", itu sudah sangat umum, bahkan bisa dikatakan terlalu biasa. Tapi, bagaimana kalau pertanyaannya lebih menarik, pertanyaan yang mungkin belum pernah anda pikirkan sebelumnya; “Rasa sakit apa yang anda inginkan dalam hidup anda? Rasa sakit seperti apa yang menurut anda bisa merubah kehidupan anda?"

Semua orang ingin memiliki pekerjaan yang luar biasa dan kebebasan finansial, tetapi tidak semua orang ingin menderita selama 60 jam bekerja dalam seminggu, menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan, atau berdamai dengan atasan/ bos yang super demanding.

Banyak orang ingin bahagia dan sukses tanpa resiko apapun, tanpa pengorbanan, tanpa penundaan kepuasan yang dibutuhkan untuk mendapatkan itu semua.

Mereka memandang rasa sakit bagaikan objek negatif yang harus dihindari dengan cara apa pun, padahal kenyataannya, rasa sakit itulah yang menjadikan pencapaian dalam hidup menjadi lebih terasa indah. Ketika kita mampu memaknai rasa sakit, sesungguhnya kita sedang berada di track menuju impian kita.


Kenapa perjuangan hidup itu penting?

Sepanjang hidup ini, kita pernah atau bahkan sering mendengar kata-kata tentang perjuangan hidup. Entah itu sebuah motivasi, kisah, atau sekadar kata-kata penuh inspirasi. Ada sebuah kisah menarik yang mungkin sebagian dari teman-teman sudah pernah membaca;

Suatu hari, seorang pria menemukan sebuah kepompong dari jenis kupu-kupu kaisar. Pria itu membawa pulang kepompong agar bisa menyaksikan proses keluarnya kupu- kupu. Beberapa waktu kemudian, sebuah lubang kecil muncul. Pria itu duduk dan mengamati kupu-kupu tersebut selama beberapa jam. Terlihat kupu-kupu sedang BERJUANG mengeluarkan tubuhnya melalui lubang yang sangat kecil. Tampaknya, kupu-kupu itu terjebak dan tidak membuat kemajuan yang berarti di fase tersebut. Kupu- kupu seolah tidak mampu lebih jauh lagi bergerak keluar.


Lalu, pria itu dengan kebaikannya mencoba membantu. Ia mengambil sebuah gunting dan memotong sedikit pada lubang kecil itu. Tak lama, kupu-kupu itu muncul keluar dengan mudahnya. Namun, tubuhnya tidak sempurna, mengecil, dan sayapnya berkerut. Pria baik hati itu terus mengamati dan berharap akan segera terjadi kontraksi, agar sayap itu mekar, melebar dan mampu menopang tubuh kupu-kupu. Tetapi, hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Bahkan kupu-kupu kecil itu menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak berputar-putar dengan tubuh kecilnya yang bengkak dan sayap keriput. Ia tak akan pernah bisa terbang.

Dari kisah di atas, hikmah perjuangan hidup apa yang bisa kita petik? Ya, pria baik hati itu terlalu tergesa-gesa menolong tanpa memahami bahwa perjuangan hiudp pun penting dilakukan oleh seekor kupu-kupu. Kondisi sulit keluar dari lubang kecil diperlukan, untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu mengalir ke sayapnya dan ia siap terbang. Proses panjang dan sulit untuk mencapai kebebasan keluar dari kepompong.


Kita tidak bisa selalu mendapatkan apa yang kita inginkan dengan mudah. Jika semua didapatkan dengan mudah, kita tidak akan menjadi manusia tangguh, kita akan manja dan rapuh.

Orang yang menginginkan fisik yang luar biasa, harus terbiasa dengan gaya hidup yang disiplin, datang dan tinggal dalam di gym berjam-jam, bersedia dengan menu diet yang ketat. Orang yang ingin memulai bisnis sendiri atau menjadi mandiri secara finansial, harus siap dengan segala risiko; ketidakpastian, kegagalan, dan bekerja berjam-jam dan penolakan. Orang menginginkan pasangan, harus bersedia menekan ego, merasakan rindu dan kadang perasaan yang berkecamuk.


Aktor dan Mantan Gubernur California Arnold Schwarzenegger pernah menyampaikan; "Apa yang menentukan kesuksesan anda bukanlah bayangan akan kenikmatan sukses itu sendiri. Tetapi rasa sakit apa yang ingin anda pertahankan untuk bisa mencapai sukses itu. Kualitas hidup anda tidak ditentukan dari perasaan nyaman, tetapi dari ratusan dan ribuan perasaan tidak nyaman, dan ketika anda terbiasa menghadapi ketidaknyamanan berarti anda semakin dekat dengan kesuksesan anda".


Semua orang mau menjadi berlian, tetapi tidak banyak yang rela dipotong. Berlian tidak akan pernah menjadi permata paling indah jika tidak dibentuk, ditempa. Berlian hanya menjadi sebongkah batu jika tidak melalui proses yang "menyakitkan". Batu itu harus dipanaskan, dipotong, ditekan berulang-ulang hingga batu mineral itu menjadi permata yang berkilau.




Sepotong berlian terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justru berubah menjadi berlian yang berkilau, keras, kokoh, dan mahal harganya.

Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasanya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter seperti berlian.


Jika anda menginginkan hasil dari hidup ini, anda juga harus mau menanggung biayanya. Hidup adalah perjuangan dan setiap perjuangan perlu pengorbanan.


Seperti yang disampaikan oleh Christine Cane; Sometimes when you're in a dark place, you think you've been buried, but you've actually been planted.”


Jadikan momentum dipenghujung ramadhan ini menjadi sarana kita berdamai dengan segala bentuk tempaan kehidupan, bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan ini harusnya membuat kita menjadi manusia yang lebih berkualitas.


Minal 'Aidin wal-Faizin Mohon maaf lahir batin


Remaja Tampubolon

1,210 views0 comments

Recent Posts

See All

Mindset

bottom of page