Search
  • Remaja Tampubolon

Jaga Energi, Jaga Diri


Manusia itu unik. Kita bisa mengingat hal-hal yang kadang kurang penting namun seringkali kita melupakan hal-hal yang sederhana namun esensial. Hal-hal yang kita ‘sudah tahu’ tapi kita abaikan secara tidak sadar, karena pikiran kita tidak menjadikannya prioritas.


Salah satu hal yang sering kita lupakan adalah pentingnya menjaga diri.


Waktu saya umur 8 tahun, ibu saya sedang bercocok tanam. Beliau ingatkan saya untuk berhati-hati saat melangkah, karena sekitar saya licin penuh tanah basah mirip lumpur. Berulang ulang kali beliau bilang untuk tidak main-main, bahkan saya disuruh untuk masuk rumah dan langsung mandi saja, karena hari sudah mulai sore dan saya harusnya belajar di rumah. Namun karena saya pikir tidak akan kenapa-kenapa, saya tetap main disitu. Dan benar saja, tidak lama kemudian saya jatuh dan akhirnya terluka.

Kita berpikir kita akan belajar di saat kita tumbuh tua. Harusnya lebih bisa menjaga diri, lebih bisa berhati-hati. Keluarga atau kerabat kita sering mengingatkan : ‘jangan lupa makan yaa’ atau ‘tidur harus cukup’. Kita tahu hal tersebut penting, namun kita sering tidak jalankan karena di pikiran kita ada hal yang lebih dahulu harus kita selesaikan. Study, pekerjaan, maupun hal lain yang menyita perhatian kita. Tidak jarang, hasilnya membuat kita makin jatuh dan mengacaukan rutinitas. Saya pun kadang begitu, padahal umur saya sudah 56.


Apakah anda juga mengalaminya? Rasanya sudah kerja keras, sudah banyak keluar energi, sudah banyak keluar waktu, sudah begadang, sudah kurang makan. Tapi kok sepertinya tidak ada kemajuan? Hasilnya dimana? Kenapa saya jadi cepat lelah? Kenapa bawaannya saya mumet, mau marah, dan menyerah ya??


Habisnya energi dan semangat kita membuat suara kerabat-kerabat yang mengingatkan kita jadi tertutup. Ucapan “Jaga kesehatan” jadi makin diacuhkan. Belum lagi kondisi pandemi yang tidak menentu, pemberlakuan PPKM yang mengekang, tuntutan pekerjaan yang makin tinggi, wah.. Rasanya kok.. Makin jenuh dan lelah ya?


Deadline tidak tercapai karena energi habis, lalu energi makin mati karena deadline tidak tercapai. Seperti lingkaran yang tidak ada habisnya.


Lantas, apa yang harus kita perbuat?

  1. Hal utama yang perlu kita ingat, tubuh dan mental butuh asupan cukup untuk bisa menghasilkan energi. "Didalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat, begitu pula sebaliknya. Jiwa yang dirawat, menghasilkan tubuh yang lebih kuat." Cukupkan apa yang dibutuhkan tubuh dan juga pikiran.

  2. Selain makan yang bijak dan cukup tidur, kita juga harus membuat jadwal dan rutinitas dalam pekerjaan. Tidak ada lagi penundaan, tidak ada lagi sistem kebut semalam. Atur pekerjaan anda sesuai porsinya. Apapun yang berlebihan itu tidak baik. Anda tidak wajib menyelesaikan target setahun dalam waktu 1 bulan. Selalu ingat bahwa anda punya hak dan kewajiban untuk bertanggung jawab terhadap perusahaan dan kesehatan anda. Diskusikan lebih awal dengan rekan-rekan anda apa yang bisa diselesaikan dahulu, apa yang bisa berkala dikerjakan. Maksimalkan kerja 8 jam sehari anda, istirahat pada waktunya, sehingga anda bisa menikmati waktu lainnya juga.

  3. Monitor apa yang anda ucapkan terhadap diri anda. Pikiran negatif dan sifat pesimis bisa membuat langkah anda terasa lebih berat. Ingatkan terus diri anda bahwa semua bisa dilewati walaupun perlahan-lahan. Masa sulit tidak akan selamanya menekan anda. Simpan energi anda untuk berjuang, bukan memukuli diri dengan kata-kata jahat.

  4. Jika anda tidak punya banyak energi, anda bisa berbagi energi dengan lingkungan anda. Kelilingi diri anda dengan orang-orang yang energinya mau anda teladani. Manusia adalah mahluk sosial, kita bisa menguatkan satu sama lain di masa masa sulit. Berinteraksi dengan keluarga, teman-teman, atau rekan kerja yang mengerti dan mau mendengar bisa menjadi lentera di malam yang gelap. Namun, apabila anda merasa tidak ada terang di sekitar anda, jadiah terang.

  5. Berbuat baiklah pada diri anda sendiri. Beri diri anda waktu untuk belajar, berusaha, dan beristirahat. Anda sudah bekerja keras untuk selamat sampai titik ini, jadi jangan remehkan kekuatan pikiran anda. Anda kuat dan anda bisa.


Teman-teman, anggap hal ini sebagai friendly reminder untuk menjaga diri dan menjaga energi dalam masa-masa penuh tantangan. Hal-hal yang kita anggap sudah tahu namun ternyata belum dengan rajin kita lakukan. Mari terus kita jaga energi dan jaga diri.



Salam hangat

Remaja Tampubolon.

68 views1 comment

Recent Posts

See All