Search
  • Remaja Tampubolon

Jadilah si cerdik David di Industri Anda


Saat ini banyak sekali para pemain baru di dunia usaha, hal ini membawa optimisme bahwa jiwa entrepreneurship sudah mulai hidup di masyarakat, tetapi fenomena ini juga membawa banyak cerita sedih. Karena banyak sekali pelaku usaha yang langsung menghabiskan sumber dayanya untuk bisa memenangkan persaingan.

Peta kompetisi yang semakin sempit, produk sejenis yang semakin banyak, membuat pelaku usaha harus jeli mengantur strategi demi memenangkan persaingan.


Dalam dunia bisnis, ada semacam aturan main yang tidak tertulis dan menjadi pakem bagi pelaku bisnis di bisnis yang sama. Ada cara-cara tertentu dalam menjalankan bisnis oleh para pemain utama industri. Aturan main ini mengatur bagaimana bisnis dilakukan yang menguntungkan para pemain utama, karena mereka memiliki sumber daya yang melimpah. Biasanya aturan ini dibuat oleh para pemain besar yang lebih dulu menguasai industri. Dalam hal itu semua, para pemain utama sudah sangat piawai, ilmu dan pengalaman mereka lebih unggul dibandingkan dengan para pemain baru.


Bayangkan jika anda dengan naifnya langsung masuk ke arena permainan mereka, anda ikut berlari dengan cara yang sama, dan Go Head-to-head melawan mereka.

Apa yang akan terjadi?


Anda akan kalah segala-galanya, karena kalah kuat dalam banyak aspek dari sisi pemain utama, energi anda akan terkuras habis karena berupaya melawan pemain besar, dan bisa jadi “mati konyol” dalam arena kompetisi itu.


Gorge Forement adalah juara tinju kelas berat di dunia yang ditakuti, dia memiliki pukulan terkuat dan terkeras hingga mampu menjatuhkan setiap lawannya tidak lebih dari 3 ronde saja. Kehebatan itu membuat Forement lebih diunggulkan menang ketika berhadapan dengan Muhammad Ali di kejuaraan tinju kelas berat di Republik Konggo pada 30 Oktober 1974.


Meskipun Ali tidak sekuat Forement, tetapi Ali memiliki gerakan yang cepat dan gesit. Berminggu-minggu Forement berlatih dengan sparring partner yang memiliki gerakan seperti Ali, dan pada malam pertandingan Forement sudah siap melawan Ali.


Namun terjadilah sesuatu yang tidak diduga sama sekali. Di ronde 2, Ali melakukan taktik yang tidak biasa, dia tidak maju ke tengah ring, melainkan mengambil sikap defensive dan bergantung pada tali ring yang elastis. Ali membiarkan Forement menghujani dirinya dengan pukulan, dan membuat forement menjadi percaya diri.

Ditengah hujan pukulan itulah Ali berbisik “Gorge pukulanmu tidak kena, pukulanmu mengecewakan ku”.


Mendengari bisikan itu Forement terpancing emosinya, dia pun semakin deras memukul ali membabi buta. Penonton menebak ali sebentar lagi KO. Dia tidak menyadari taktik Ali yang menguras energi Forement.

Dan itu sebabnya memasuki ronde ke 5 energi forement mulai surut, puncaknya pada ronde ke-8, saat itu penonton dan komentator nyaris tidak percaya melihat Ali berhasil memukul jatuh George Forement, petinju yang diunggulkan. George Forement kandas jatuh ditengah ring akibat pukulan dari petinju yang tidak diperhitungkan.


Kisah underdog yang tidak diunggulkan kemudian bangkit menjadi pemenang melawan raksasa banyak kita temui dalam sejarah. Keterbatasan dan kelemahan yang dimiliki kadang kala menjadi sumber kekuatan tersembunyi, dan kekuatan bisa menjadi sumber kekalahan.


Alkisah, di Palestina 3000 tahun yang lalu terjadi pertarungan yang legendaris antara seorang prajurit berbadan raksasa yang bernama Goliath, dengan seorang anak gembala bernama David.

Goliath bukan hanya berbadan besar, tapi juga dilengkapi dengan peralatan perang yang lengkap. Dengan tampilan itu Goliath ponggah ketika melihat David yang berbadan kecil dan tidak memiliki peralatan perang kecuali ketapel di tangannya. Dan ketika pertarungan terjadi, David berhasil melemparkan 3 buah batu ke dahi Goliath, dan membuat Goliath tersungkur dan kalah.


Goliath adalah analogi para pemain besar di profesi atau industri anda, mereka kuat dan memiliki segalanya. Sementara anda adalah David dengan segala keterbatasannya. Jika anda ingin menang melawan para pemain besar, maka anda harus cerdik seperti David.

Semula Goliath berpikir pertarungan akan berlangsung dalam jarak dekat, itu adalah gaya pertarungan pada jaman itu dan Goliath sudah sangat menguasainya. Namun David tidak mau mengikuti gaya pertarungan yang lazim itu. Dia punya strategi berbeda. Menyadari sulitnya melawan Goliath jika bertarung dalam jarak dekat, David pun menggunakan keahlian khususnya sebagai slinger, dilawannya Goliath dari jarak jauh. Begitu melihat sisi kelemahan Goliath ada di dahi yang tidak terlindungi oleh helm, David yakin mampu mengalahkan Goliath.


Jika menggunakan strategi yang tepat anda bisa menang melawan raksasa dalam industri bisnis anda.

Anda perlu menulis ulang aturan main, ciptakan aturan baru yang bisa menguntungkan anda, buatlah pemain besar tidak berkutik karen tidak biasa dengan aturan main yang baru.


Beranilah keluar dari pakem, jangan bermain dalam peta kompetisi dilaut merah yang berdarah-darah dan menghabiskan energi. Mulainya merancang peta kompetisi baru dilaut biru, bawa strategi dan taktik baru. Jadilah pelaku usaha yang cerdik, yang mampu membaca gap pasar dan mengisinya dengan cepat.


Semoga bermanfaat ya teman-teman semua, ikuti terus media sosial kami untuk bisa mendapatkan insight dan inspirasi lainnya.


Salam, Remaja Tampubolon




-- Instagram : @remaja.tampubolon Podcast: Remaja Tampubolon Youtube: Remaja Tampubolon



250 views0 comments

Recent Posts

See All