Search
  • Remaja Tampubolon

Enggan Belajar, bisa jadi karena tidak melihat kekurangan



Di zaman saya kuliah, ya sekitar tahun 86 an, tidak populer yang namanya internet. Segala sesuatu kami pelajari dari buku, penjelasan dosen atau seminar-seminar di kampus. Bahkan untuk bisa memahami 1 bidang saja, kami harus benar-benar dalam dan lengkap, dan ini membutuhkan banyak upaya dan kadang cost yang tidak sedikit, karena harus ke perpustakaan mencari buku yang tepat.

Saat itu, buku pun menjadi komoditi yang terbatas. Saya ingat betul saat om saya kembali dari dinas di Amerika, hal pertama yang saya hunting adalah buku-buku asli amerika. Karena saat itu buku import luar biasa mahal.


Tapi lihat hari ini.. semuanya tersedia dengan mudah, murah dan bahkan gratis. Yang dibutuhkan hanya Kemauan. Namun sayangnya ditengah sumber daya yang melimpah, banyak juga ternyata orang yang enggan belajar. Dengan alasan, tidak valid, sumber informasi belum tentu sesuai, atau yang lebih parah, terlalu banyak informasi yang beredar.. artinya banyaknya informasi pun bisa jadi alasan yaa..

Pembelaan diri seperti ini menurut saya kurang tepat.

Memang dibutuhkan kemampuan lain mengakses sumber informasi, tidak bisa hanya mengandalkan 1 sumber.

Tapiii, sumber daya ini menjadi privilege yang kita miliki. Bayangkan jika kita masih berkutat dengan sumber informasi yang terbatas. Bisa-bisa kita menganalisa sesuatu dari kacamata kuda alias hanya 1 arah.


AKU SUDAH TAHU

3 kata mematikan ini menjadi 'momok' dan musuh terbesar kita. Ketika kita merasa sudah tahu dan bahkan merasa paling tahu, maka itulah dinding yang membatasi kita dan menutup rapat-rapat hasrat mencari tahu. Kalimat ini juga sering menjadi pemutus konektivitas kita dengan dunia yang terus berubah.


Ketika kita merasa tidak memiliki kekurangan,

maka disaat itu kita hanya berjarak sejengkal dari kesombongan. Dan kesombongan membawa kita pada kebodohan.

Bayangkan jika anda memiliki orangtua yang merasa paling tahu? Apapun ide dan feedback yang anda berikan rasanya akan selalu mentah. Anda hanya akan dianggap "tidak tahu apa-apa", dan jujur ini melelahkan. Energi negatif itu bisa menarik anda ke dasar lembah, membuat gairah anda hilang, dan pada akhirnya anda jadi malas memberikan ide.

Bayangkan jika orang yang selalu merasa paling tahu dan tidak ada kekurangan itu adalah anda?

Ketika kita merasa diri kita PALU, maka saat itu kita menganggap orang lain adalah PAKU.

Selalu tanamkan dalam diri bahwa semakin kita banyak tahu, semakin banyak hal yang kita tidak ketahui.


Yuk teman-teman, sumber daya belajar saat ini sungguh melimpah, optimalkan, manfaatkan.



Salam,


Remaja Tampubolon


72 views0 comments

Recent Posts

See All